www. Gas-2-Electric. com GRATIS ENERGI kendaraan MESIN listrik tanpa baterai untuk menjalankan hanya baterai 12 volt untuk memulai dan menjalankan radio dan kipas blower JUMLAH ENERGI KEMERDEKAAN UNTUK DUNIA TOMORROWS TERSELUBUNG MOBIL ANDA melonjak TEKNOLOGI TIDAK PERLU UNTUK Charging TITIK CAR DERET dan menghasilkan PERUSAHAAN SENDIRI POWER DI A LOOP UNTUK TIDAK PERLU baterai lithium DO THE PLANET A MEMBELI BANTUAN HIBRIDA? ELECTRIC FUEL CELL ATAU BIO STOP WARS UNTUK OIL. LAIN IS UP DALAM MENYIAPKAN melelehkan Artic. ATAS KEHANCURAN DARI DEKAT PLANET IS ATAS CYNERGY DRIVE TOYOTA DENGAN IS …
Sebuah website, laporan, atau proposal bisnis bisa saja berisi informasi yang lengkap, argument yang kuat, dan rancangan yang mampu memberikan inspirasi. Tapi kesemuanya akan gagal total dalam mencapai tujuan dasarnya apabila bahasa yang dipergunakan mengandung kesalahan. Ini karena kita secara otomatis menilai lebih rendah sebuah hasil kerja yang dituangkan ke dalam sebuah tulisan yang buruk, sekalipun kesalahan yang ada hanya dari segi bahasa. Sebuah tulisan yang buruk membuat kita mempertanyakan kualitas dari produk, customer service atau fitur-fitur penting lain dari perusahaan dalam tulisan tersebut.
Nah, bahasa manakah yang anda yakin mampu …
Buddha Gautama di dalam Secred Books of the East, jilid 35, halaman 225 ada menyebutkan:
Aku bukanlah satu-satunya (Buddha) saja. Selepas aku akan lahir seorang Buddha lagi yang dikenali dengan nama Maitreya. Dia akan memiliki banyak sifat yang mulia dan utama. Kalau anak murid aku beratus-ratus anak murid Maitreya tersebut beribu-ribu.
Pernyataan ini begitu tenar sehingga beberapa misionaris Kristen menisbahkan kepada Yesus. Pendeta Hindu menisbahkan untuk Shankara Acharya, dan kaum Teosofi mencoba sebisa mungkin untuk menggunakannya bagi seorang Krisna Murti. Namun sayangnya, mereka gagal dalam menyesuaikan tanda-tandanya dengan seorang Maitreya.
Buddha berasal dari …
Beberapa guru SMAN 1 Sidoarjo, pada Senin, 19 April, berkumpul di ruang wakil kepala sekolah. Tak lain, mereka ingin melihat senjata api yang dirakit oleh salah satu siswanya.
Pagi itu, Miftah Yama Fauzan (16), membawa senjata api yang berhasil mengantarkan Indonesia menjadi juara I mengalahkan pelajar Rusia dan Jerman dalam International Conference of Young Scientists (ICYS) pekan lalu. Sebelum masuk ruang wakil kepala sekolah, Miftah yang datang sambil memanggul tas panjang disambut oleh siswa-siswa lainnya.
Teman-temannya bergantian mengucapkan selamat menyambut Miftah. Dengan berseragam putih abu-abu, dia memanggul tas gendong. Di tangan kanannya …